Eko Hadiyanto
Blog Universitas Komputer Indonesia

Arti Credit Scoring Pinjaman yang Perlu Kamu Ketahui

Arti Credit Scoring Pinjaman yang Perlu Kamu Ketahui
Untuk kamu yang bertanya, apa sich Credit scoring? Harus dipahami Credit Scoring atau penilaian credit sebagai mekanisme atau langkah yang digunakan oleh satu instansi pendanaan/bank dalam tentukan klarifikasi pantas atsu tidaknya untuk terima utang dari instansi itu. 
 
Penilaian credit dari sebuah data nasabah yang telah dihimpun lewat pengisian yang telah mereka kerjakan awalnya untuk pengajuan pinjamannya . Maka, dapat disebutkan history transaksi bisnis kamu seperti pembayaran bill yang pas atau mungkin tidak atau jumlahnya credit yang kamu punyai ini dapat disebutkan sebagai pemasti Credit scoring.
 
Credit scoring benar-benar menolong bank atau instansi keuangan yang lain dalam menganalisis permintaan credit selainnya factor kualitatif yang lain. Sekarang ini di Indonesia data Credit report debitur cuman bisa disaksikan langsung dari Bank Indonesia. 
 
Dalam penilaian credit ini banyak juga faktor yang bisa jadi bahan pemikirannya seperti misalnya umur, status perkawinan, jumlah tanggungan, tugas istri/suami, status rumah, status pengajaran, kedudukan/tugas (tipe pekerjaan), tempat bekerja (sektor usaha), lama bekerja pada tugas sekarang ini (dengan kedudukan saat ini), keseluruhan lama bekerja (periode kerja) dan yang lain.
 
Selainnya bank sebagai lembaga jasa keuangan yang telah terbiasa mengaplikasikan mekanisme Credit scoring, perusahaan fintech (financial technology) Peer-to-Peer (P2P) Lending juga mengaplikasikan hal sama. Industri P2P Lending berkembang cepat sepanjang 2 tahun akhir ini karena masih ada funding jarak pendanaan di Indonesia. Banyak usaha yang tidak dapat memperoleh utang dari Bank karena ada ketidakefisienan, satu diantaranya karena diperlukan jaminan berbentuk fixed asset dan birokrasi yang susah.
 
Credit Scoring
 
Sebagai info, peringkat utang dari A++ sampai C ini memvisualisasikan resiko dari investasi itu. Utang dengan peringkat A++ sebagai utang dengan resiko yang paling aman, sementara utang dengan peringkat C resikonya yang tertinggi untuk investasi.
 
Peringkat utang ini sama-sama berkaitan dengan suku bunganya, makin tinggi resiko yang dijamin karena itu makin tinggi juga imbal hasil yang terterima oleh pemberi utang. Disamping itu, kehadiran jaminan atau tanpa jaminan juga punya pengaruh dalam tentukan Credit scoring, karena bila memakai satu jaminan yang paling dipercaya karena itu resikonya dapat didesak dibandingkan yang tanpa jaminan.
 
Credit scoring untuk tekan tingkat resiko ke pemberi utang. Disamping itu, saat penyeleksian kesempatan investasi umumnya masing-masing investor atau pemberi utang mempunyai opsi tertentu, namun kami lebih merekomendasikan memakai mekanisme penganekaragaman. Kenapa harus penganekaragaman? Kita akan ulas selanjutnya di bawah!
 
Penganekaragaman ini benar-benar dianjurkan karenanya mekanisme penganekaragaman, kita menebarkan modal yang kita punyai ke sejumlah tipe kesempatan investasi, hingga resiko juga menyebar . Maka dengan mekanisme penganekaragaman, bila kamu mempunyai modal untuk investasi sejumlah Rp. 10 juta kamu dapat penganekaragaman ke 2 atau 4 kesempatan investasi yang ada,,misalkan masing-masing Rp. lima juta atau Rp. 2,lima juta.
 
Maka penganekaragaman di sini untuk kurangi resiko yang ada, bila salah satunya utang yang terlambat atau tidak berhasil bayar, karena itu minimal kamu masih mempunyai 3 investasi utang yang lain yang pembayarannya lancar.
 
Sumber: tidurpagi.com
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Senin, 21 Februari 22 - 20:25 WIB
Dalam Kategori : ARTI CREDIT SCORING PINJAMAN
Dibaca sebanyak : 1276 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback